Posko LDII Peduli Musyafir Bersilaturrahim

Lebaran tahun 2009 hampir tiba, berbagai upaya umat muslim dan masyarakat pada umumnya untuk menyambut hari mudik  telah dilaksanakan dan salah satunya oleh pihak Ormas keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Karena Silaturrahim adalah merupakan perintah Alloh SWT, maka silaturrahim adalah ibadah, mencari pahala dengan membantu para musyafirin yang berniat melaksanakan ibadah silaturrahim adalah merupakan program Ghoeru mahdloh DPP LDII. Demikian yang disampaikan oleh Kordinator lapangan Ir.KH.Teddy Suratmaji MSi, menjelaskan tujuan mendirikan posko mudik lebaran.

Sebagaimana tahun yang lalu, untuk mudik Lebaran tahun 2009, DPP LDII telah menyiapkan setidaknya 102 posko di sepanjang jalur mudik Sumatera – Jawa dan Bali. Posko tersebut masing-masing terdiri dari 62 posko swadaya murni warga LDII di masing-masing wilayah posko, dan 40 posko gabungan dari berbagai elemen masyarakat, instansi dan lembaga serta ormas lain.

Posko mudik lebaran yang disiapkan oleh LDII di berbagai titik di jalur pantura, Jawa, Lampung dan Bali tersebut menurut kordinator lapangan Ir.KH. Teddy Suratmaji MSi, akan di buka mulai H-3  sampai H+3 Idul Fitri.

Posko yang rencananya di buka selama 24 jam yang terbagi dalam tiga shif tersebut tersedia berbagai layanan untuk para musafirin masyarakat pemudik secara Cuma-Cuma seperti tempat Istirahat, tempat sholat, tempat wudu, P3K, Informasi jalur alternative, informasi lalu lintas, ta’jil dan pijat ringan.Untuk Posko di wilayah Bali, Bagi yang menggunakan HP yang berfasilitas 3G di setiap posko bisa mengakses secara live kondisi lalulintas.

Lebih lanjut kordinator lapangan posko mudik tahun 2009, KH. Teddy Suratmaji menginformasikan bagi masyarakat yang ingin mengetahui alamat posko mudik LDII lebih detail di www.poskomudik.blogspot.com

Sementara di posko-posko yang lokasinya berada di wilayah kota, DPP LDII bahkan menyiapkan dokter jaga by call selama 12 jam selama musim mudik lebaran. Adapun titik-titik lokasi posko mudik LDII terdapat di sepanjang jalur Lampung, Pulau Jawa dan Bali. Adapun untuk di Jawa Timur, lokasi berada di
Surabaya, yaitu pintu masuk Jembatan Suramadu dari arah Surabaya,
di Sampang Jl.Teuku Umar persis utara Terminal Kota Sampang, diKota Probolinggo bertempat di jl. Soekarno-Hatta No. 167 Probolinggo. Di Kabupaten Jember; di jl Hayam wuruk 172 kabupaten Jember. Di Lamongan Jalan Raya Sukodadi - Lamongan. Ponorogo Jl. Sunan Kumbul, Desa Sawoo, Kec Sawoo, Kabupaten Ponorogo  Ngawi Karang Jati, Kab. Ngawi. Trenggalek; Jl. Raya Ngetal , Pogalan , Trenggalek. Situbondo Jl. Raya Banyuwangi km 21 Desa Pasanggrahan Kec Jangkar Situböndo. Madiun alamat : Kec. Saradan, Jl. Raya Saradan. Kab/Kota Mojokerto Kab/Kota Mojokerto Jl. By Pass Mojokerto Kec. Sooko kab. Mojokerto. Pacitan Terminal Bus Kab. Pacitan. Sidoarjo Terminal Bus Purabaya, Bungur Asih. Kab. Pasuruan, alamat, Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan. Jombang Jl. Raya Ngemplak, Ds Pagerwojo, Perak, Jombang, Kota Pasuruan Alamat, Jl.KH. Hasyim Ashari Jalur Lingkar Selatan (JLS) Purut - Blandongan ) Malang, Jl. Sukarno Hatta 2 Kec. Lowokwaru Kota Malang. Gresik, Jl. Dr. Wahidin Sudìrohusodo, Ds. Dahanrejo, Kec. Kebomas-Gresik. Bojonegoro; Jl.raya Bojonegoro Cepu km 5 Kab. Bojonegoro. Bali, Pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali

Jawa Tengah, Semarang, Jl. Raya Tugu (depan ktr Camat Tugu) Ungaran, Jl. Sukarno Hatta km.28, Bergas Solo; Jl. Adisucipto 117, komp. Gudang Matriks Blora, Jl. Raya Blora-Cepu, Jepon Boyolali, Jl. Raya Boyolali-Solo, Teras (depan SMPN 2) Sragen, Jl. Raya Timur km.7,Klaten, Jl. Raya Solo-Jogja, Jambu Kulon, Klaten, Purwokerto, Jl. Raya Sokaraja, Rembang, Jl. Raya Rembang-Lasem, Jepara, Jl. Raya Ngabul, Jepara, Magelang; Jl. Jogja-Solo, Mertoyudan, Kebumen, Jl. Raya Gombong-Kebumen, Karang Anyar, Purworejo, Jl. Daendels Selatan, Wonsobo, Jl. Raya S. Parman (depan Pos Polisi), Temanggung; Pertigaan Barakan-Parakan, Kendal; Jl. Sukarno Hatta (Pertigaan Tugu Brangsong, Kaliwungu), Batang, Barat Alun-Alun (di hal. Gedung Korpri), Pemalang, Jl. Raya Petarukan, Widodaren, Salatiga, Selatan Terminal Bus Tingkir, Cebongan,

Jawa Barat , Bandung Timur, Kab Bandung, Cileunyi, Pertigaan Tol Cileunyi , Kabupaten Bandung, Bandung Utara, Kota Bandung, Pasteur, Jl. Dr. Djunjunan, Bandung Selatan, Kab. Bandung, Nagrek, Jl Raya Nagrek , Samping Polsek Nagreg, Bandung Barat, Kota Cimahi, Cianjur, Kab. Ciaanjur, Bojong, Perempatan Bojong, Karang Tengah, Jl. Raya Bandung KM, Karawang, Kab. Karawang, Cikampek, Kab. Purwakarta, Irigasi, Jl. Raya Alternatif- Irigasi Sukamulya Purwakarta, Indramayu, Kab Indramayu, Karang Sinom, Jl Raya Jakarta- Indramayu, Cirebon, Kota/Kab Cirebon, By Pass, Jl. Raya By Pass, Brigjen Dharsono, Kel Suryaragi, Kec. Kasambi, Kota Cirebon, Kuningan, Kab. Kuningan, Sumedang, Jl. Raya Cadas Pangeran/Singkup Kab.Sumedang, Subang, Kab. Subang, Sukamandi, Jl Raya Sukamandi, Depan Poto Ainun, Garut, Kab. Garut, Cinisti, Jl Raya Bayongbopng, KM 11 No. 13, Garut, Tasikmalaya, Kab./Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar, Majalengka, Kab. Majalengka, Sawala, Jl Raya Jombol, No 2, Kadipaten, dan untuk arah ke luar Jawa posko mudik berada di Cilegon, pintu masuk Pelabuhan Merak, Banten, Kota Bandar Lampung, Way Halim Jl. Sukarno Hatta/By Pass.  Kab. Lampung Tengah, Kec. Seputih Banyak (Lintas Timur).

LDII Gelar Posko Mudik Lebaran 2009

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ormas Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia kembali aktif menggelar Posko Mudik di berbagai sudut kota di Jawa, Bali dan Sumatera. Tiap Titik Posko Mudik akan dimasukkan di “PETA MUDIK 2009″ pada Koran/Harian JURNAL NASIONAL dan “JURNAL DEPOK” edisi 17 September 2009. Dalam pelaksanaannya DPP LDII akan bekerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga lain demi kelancaran Posko ini.

Di Posko ini akan diberikan layanan seperti tempat beristirahat bagi pemudik, musholla, tempat wudhu, toilet, informasi tentang arah, arus lalu lintas dan jalur alternatif. Kemudian akan disiapkan takjil (air dalam kemasan, kue-kue dan makanan kecil, permen, dll), minuman teh, kopi dan air hangat serta pijat, ringan obat-obatan atau P3K. Posko Mudik ini akan digelar mulai H-3 sampai dengan H+3 lebaran. Atau tepatnya 17 September–25 September 2009.

Dalam menentukan lokasi posko, akan dipertimbangkan beberapa hal seperti aspek keamanan lingkungan sekitar, lokasi sentral pemudik seperti terminal, stasiun, pelabuhan, terminal bayangan. Kemudian lokasi persimpangan yang merupakan jalur utama atau jalur alternatif mudik serta yang berdekatan dengan masjid yang strategis atau di pinggir jalan utama.

Tujuan diadakannya Posko Mudik LDII 2009 ini adalah membantu dan mempermudah para pemudik selama dalam perjalanan. Selain itu diharapakan keberadaan Posko ini juga ikut membantu Pemerintah dalam melancarkan arus mudik dan arus balik sehingga perjalanan pemudik bisa lebih aman, tertib dan lancar.

LDII Tidak Mengajarkan Terorisme

Dengan maraknya informasi tentang terorisme sekarang ini, ternyata ada juga pihak-pihak yang memanfaatkannya. Moment tentang terorisme juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak senang dengan LDII untuk menyudutkan LDII. Mereka memberikan informasi bahwa pengajian LDII mengajarkan terorisme.

Dalam kesempatan ini kami meluruskan informasi yang tidak benar tersebut.  Fakta yang sebenarnya adalah “LDII  Tidak Mengajarkan Terorisme“. Jadi tuduhan bahwa LDII mengajarkan teroris itu hanya fitnah dan merupakan tuduhan yang tidak mendasar.

LDII  itba’ terhadap fatwa MUI bhw terorisme bukan jihad, sebab terorisme membuat keonaran, merugikan siapapun. Bahkan LDII anti terorisme. Terorisme bertentangan dengan ajaran islam. LDII komit terhadap mewujudkan kebersamaan, persatuan, keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. LDII bukan teroris, ajaran yg diajarkan adalah Qur’an dan Hadits. Sebagai Ormas Islam LDII menganggap Pancasila , UUD 45 dan NKRI adalah Final untuk membawa bangsa dan Indonesia mewujudkan Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofur.

Tuduhan terorisme terhadap LDII sangat tidak berdasar dan ini jelas bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah umat Islam. Dan memperkeruh suasana dan semangat amaliah ibadah ummat Islam. Apalagi di bulan ramadhan seyogyanya kita ber-FASTABIQUL KHOIROT.

Untuk itu kami himbau kepada sesama umat Islam khususnya kepada warga LDII untuk tetap sabar dan waspada serta mengedepankan semangat ukhuwah islamiyah dan selalu ber tabayyun dalam menyelesaikan persoalan bersama. [Press Release DPP LDII]

Workshop Gerakan Internet Sehat & Pelatihan Citizen Journalism LDII-Depkominfo

LDII sebagai lembaga dakwah dalam melaksanakan visi dan misinya perlu memanfaatkan internet sebagai media dakwah dalam rangka meningkatkan peran dan fungsinya mengawal moral keagamaan dan utuhnya NKRI. Selain itu sebagai organisasi dakwah, LDII secara struktural memiliki 33 DPD provinsi, 353 DPD Kota/Kabupaten, 4500 PC dan PAC seluruh Indonesia memerlukan sistem informasi berbasis internet dalam usaha mengatur informasi.

Saat ini dari 6,5 Milyar penduduk dunia sudah tersambung dengan internet. Di Indonesia sudah ada 30 juta netter (pengguna internet secara intensif) dari 230 juta. Internet dapat diibaratkan sebagaimana pisau bermata dua. Kemajuan pesat dunia internet ini bisa berdampak positif tapi juga bisa berdampak negatif. Saat ini telah ada 100 juta web yang aktif dan 50 % di antaranya berisi info yang tidak pada tempatnya (sex, judi, kekerasan, dan lain-lain). Oleh karena itu perlu ada gerakan untuk mendorong pemanfaatan internet ke arah yg positif sekaligus dapat menghindari efek negatif dari internet itu sendiri. Maka dengan adanya Program GERAKAN INTERNET SEHAT dari pemerintah melalui DEPKOMINFO, kiranya harus didukung dan disebar luaskan kepada masyarakat, khususnya dalam lingkungan LDII.

Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah :
1.Terbangunnya kerjasama dalam kemitraan antara LDII dengan pemerintah (DEPKOMINFO RI) dalam persoalan strategis bangsa yaitu Pendayagunaan SISI POSITIF Internet
2.Terbangunnya Penyebarluasan informasi tentang LDII melalui Information & Communication Technology (ICT)
3.Optimalisasi pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi mulai ditingkat DPP, DPD Provinsi, Kabupaten/kota, PC dan PAC seluruh Indonesia
4.Terwujudnya kualitas SDM khususnya warga LDII dalam bidang ICT, dengan lingkup : infrastruktur, rancang bangun software, dan pengembangan konten yang produktif.

Workshop insyaAlloh akan diselenggarakan di :
Hari        :  Selasa s.d. Kamis
Tanggal :  11 s.d. 13 Agustus 2009
Tempat  :  Gedung Lokantara Budaya RRI Bandung
Jl. Diponegoro – Bandung
Direncanakan workshop ini akan dihadiri oleh Menkominfo RI : Prof DR Ir. Muh.Nuh,DEA, Ir. Cahyana Ahmadjayadi MH (Dirjen Aplikasi TELEMATIKA), DR.Onno W Purbo, Yusep Rismansyah, Ph.D., Luhur Hertanto (wartawan senior Detik.com) dll. Selengkapnya bisa dilihat di http://ictldii.wordpress.com/

LDII Bebaskan Warganya Memilih Capres

Dewan Pimpin Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membebaskan warganya dalam memilih calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), 8 Juli mendatang. “Kita bersikap netral, tetapi aktif. Kita mempersilakan warga LDII memilih sesuai dengan hati nuraninya,” kata Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam, pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sikap netral itu diambil karena warga LDII yang jumlahnya diperkirakan mencapai 15 juta orang di 33 provinsi Indonesia, tersebar hampir di semua partai. Ditanya kriteria pemimpin ke depan, Abdullah menekankan pasangan capres-cawapres yang dipilih adalah yang memiliki integritas dan keberpihakan pada rakyat. “Namun kriteria itu tetap akan kita serahkan pada warga LDII untuk menentukan dalam rapat, sehingga keputusannya menjadi keputusan kolektif,” katanya.

Abdullah mengatakan sebagai organisasi kemasyarakatan yang berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), LDII juga merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam mewujudkan tujuan-tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

“Saya harapkan kepada warga LDII untuk aktif memberikan gagasan atau pemikiran-pemikiran dan rekomendasi bagi seluruh komponen bangsa dan pasangan capres-cawapres untuk pilpres mendatang,” katanya.

Dia mengakui DPP LDII juga sudah menyiapkan konsep-konsep masukan berupa rekomendasi untuk dititipkan pada pasangan capres-cawapres. Pada Rapimnas yang berlangsung 10-11 Juni tersebut, LDII mengundang para capres-cawapres untuk hadir menyampaikan pandangan- pandangan di hadapan warganya.

Calon wapres Prabowo Subianto yang tampil di hari pertama Rapimnas LDII, mengharapkan lembaga-lembaga agama bisa netral dalam pilpres, namun harus mengerti kondisi dan perasaan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Prabowo juga menegaskan tidak memaksa warga LDII untuk memilihnya.

“Saya tidak katakan tolong pilih Prabowo. Saya hanya menyampaikan pandangan-pandangan. Kalau bermanfaat ambil, namun kalau tidak masuk akal jangan disimpan,” kata cawapres yang berpasangan dengan Megawati itu. [http://pemilu.antara.co.id]

Jusuf Kalla Puji Dakwah LDII

Wakil Presiden M Jusuf Kalla memuji dakwah yang dilakukan LDII, yang telah melampaui seluruh penjuru tanah air. Menurut Kalla dakwah yang komprehensif dalam hal ini membina ahlak dan ilmu ummat merupakan bagian penting bagi pembangunan bangsa.

“Jadi dambaan kita semua bila makin hari ummat makin beriman, berahlak mulia serta makin berilmu. Dakwah dan pengabdian seperti ini patut diapresiasi, patut dipuji,” kata Kalla saat menutup Rapimnas LDII semalam.

Kalla juga menyinggung tentang perlunya cepat bergerak untuk memandirikan bangsa, karena sebagai bangsa yang merdeka sebaiknya juga merdeka dari berbagai ketergantungan. “Kita harus lebih cepat karena kita sudah tertinggal. Tak ada perlombaan yang terlambat. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Alhamdulillah baru saja kita capai swasembada pangan, mari kita terus tingkatkan kemandirian ini, dan terus tingkatkan kemandirian kita,” katanya.

Ketua Umum LDII Prof Dr Ir KH Abdullah Syam MSc dalam sambutannya menegaskan bahwa LDII makin inklusif dengan aktif dalam bidang kesehatan, pemberdayaan UMKM, pendidikan dan aktifitas sosial lainnya. “Kami ingin dakwah tak hanya lisan tapi juga dengan perbuatan, kedepan akan terus kami dorong dakwah perbuatan ini. Juga kami ingin turut serta dalam pembangunan demokrasi yang lebih bermakna,” kata Abdullah.

Rekomendasi Rapimnas LDII tersebut diantaranya agar negara memaksimalkan energi panas bumi dan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga nuklir, serta menghimbau rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya dan menyerahkan warga LDII untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya. Dalam acara tersebut Jusuf Kalla juga menyerahkan penghargaan bagi warga LDII yang berprestasi. Diantaranya atlet Suryo Agung dan pemain sepak bola Budi Sudarsono. [Sumber: http://www.suaramerdeka.com]

Depkes akan Bangun 30 Poskestren

Guna meningkatkan pembangunan kesehatan secara merata di Pondok Pesantren, Departemen Kesehatan berencana akan kembali memberikan bantuan untuk membangun 30 Pos Kesehatan Pesantren di cabang-cabang pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

“Perkembangan animo kesehatan kian bagus dari LDII dengan telah dibangunnya 19 Poskestren, saya akan kembali memberikan bantuan tahap 2 sebanyak 30 Poskestren,” kata Menkes Siti Fadillah Supari saat memberikan sambutan di acara Rapimnas LDII, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pada tahun 2008 Menteri Kesehatan telah memberikan bantuan 19 Poskestren bagi pondok pesantren dibawah pengelolaan LDII, yang pada awal bulan Juni 2009 lalu, sebanyak 9 Poskestren telah diresmikan.

Ketua Umum LDII Abdullah Syam mengatakan, pondok pesantren kerap kali dianggap sebagai lembaga yang kurang menjaga kebersihan. Oleh karenanya, kami senantiasa menjaga kebersihan tersebut dengan meningkatkan mutu kesehatan yang berbasis pada keluarga dan pondok pesantren.

Diakuinya, LDII bersyukur atas pemberian bantuan dari Depkes tersebut, sehingga bantuan tersebut akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya guna membantu pembangunan kesehatan secara merata.

LDII sendiri telah mendapatkan berbagai penghargaan baik dari pemerintah atau lembaga kesehatan non pemerintah atas peran Posyandu LDII yang mutunya terus meningkat disetiap cabang posyandu LDII. (abe) [http://www.harianterbit.com]

Kalla Minta Restu di Ponpes LDII

Menjelang pemilu, berkunjung ke pesantren identik dengan minta restu. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat mampir ke Ponpes LDII, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri.

“Jika pimpinan dan warga LDII berkenan, tentunya doa restu untuk kami dari Partai Golkar, termasuk untuk seluruh caleg kami adalah suatu hal yang sangat berharga,” kata JK dalam sambutannya, Jumat (23/1/2009).

JK juga sempat melontarkan joke politik. Hal tersebut disampaikannya saat diminta meresmikan menara masjid Ponpes LDII, yang pada bagian ujungnya dilapisi emas dan tampak berwarna kuning. “Lagi-lagi kuning ada di puncak,” ujar JK disambut gelak tawa tamu undangan.

Masih ada guyonan JK yang lain. Menurutnya, warna kuning adalah yang paling menarik untuk dinantikan. “Makanan kita beras yang sebelumnya adalah gabah dan berwarna kuning. Meski sebelumnya hijau, tetap saja perubahan menjadi kuning sangat ditunggu,” ujarnya, lagi-lagi disambut gelak tawa tamu undangan.
More...
Secara terpisah, pengasuh Ponpes LDII, KH.Abdullah Syam, saat dikonfirmasi terkait permintaan doa restu JK mengaku belum dapat memastikan dukungannya. Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya memiliki tradisi demokrasi yang kuat dan tidak bisa meminta warganya patuh dengan segala perintah atasan.

“Wajar kalau lembaga dakwah seperti kami banyak dimintai doa restu oleh pejabat, termasuk beberapa petinggi Partai Golkar. Tapi siapa yang akan didukung, kami pimpinan akan menyerahkan sepenuhnya kepada warga,” kata Abdullah.

Menurut Abdullah, sebelum JK secara resmi meminta doa restu, petinggi Partai Golkar lain juga sempat datang dengan tujuan yang sama, antara lain Akbar Tandjung. Hal itu mudah terjadi, karena di masa kepemimpinan Orde Baru, Ponpes LDII merupakan bagian dari Golkar.

“Meski demikian, sama seperti saya utarakan tadi, untuk keputusan siapa yang akan dipilih, kami serahkan sepenuhnya kepada warga. Kami percaya mereka pandai untuk menentukan pilihan,” ungkap Abdullah. (sumber:http://pemilu.detiknews.com)

LDII: Tagih Janji Obama

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta seluruh ormas Islam di Indonesia mendesak Pemerintah Amerika Serikat secepatnya membubarkan penjara Guantanamo. “Ini kesempatan seluruh ormas Islam mendesak Pemerintah Indonesia untuk meminta agar Presiden Obama mewujudkan janjinya membubarkan penjara Guantanamo,” kata Ketua DPP LDII DKI Kyai Haji Teddy Suratmadji dalam pidato sambutannya saat penutupan Pelatihan Dai di Jakarta, Kamis (22/1).

Menurut Teddy, pemerintahan Obama harus mewujudkan perdamian di Timur Tengah, terutama di jalur Gaza. “Campur tangan Amerika Serikat sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan di Palestina karena serbuan Israel telah melukai seluruh Umat Islam, tidak hanya di Palestina tapi juga di Indonesia,” katanya.

Dikatakannya, seluruh ormas Islam seharusnya bersatu untuk membela umat Muslim di negara lain, seperti Palestina, tidak hanya dengan melakukan aksi demontrasi tetapi juga memberikan dukungan dana yang dapat disalurkan melalui lembaga kemanusiaan. “Aksi demontrasi juga tidak salah, tetapi alangkah baiknya juga mengumpulkan dana dukungan kepada warga Palestina,” kata Teddy.

Pada kesempatan itu, Teddy juga mengingatkan untuk tidak berharap terlalu besar terhadap kepemimpinan Obama. “Meski kita akan menagih janji pemerintahan Obama, tapi bangsa Indonesia juga harus tidak terlalu berlebihan menyambut kemenangan obama seperti yang terjadi semalam,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua MUI DKI Jakarta DR KH Hamdan Rasyid MA. Dalam sambutannya, MUI meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendesak Pemerintah Amerika segera mewujudkan perdamaian di Timur Tengah serta membubarkan penjara Guantanamo.

“Obama harus segera mewujudkan janjinya untuk membubarkan penjara guantanamo dan menyelesaikan konflik di Palestina. Sedangkan untuk umat Islam di Tanah Air agar tetap menjaga persatuan di antara kalangan umat Islam dan menjaga toleransi beragama dengan penganut agama lain,” tegas Hamdan.

Hamdan mensinyalir adanya berbagai upaya dunia Barat untuk membenturkan umat Muslim dengan masyarakat yang menganut agama lain. Hal ini terlihat dengan semakin gencarnya pemberitaan mengenai adanya agresi Israel ke Palestina. “Sebagai umat yang terbesar di Indonesia, umat Islam hendaknya dapat menjaga persatuan dan tidak terpancing oleh segala rekayasa pihak asing yang menginginkan adanya perpecahan dengan melakukan provokasi berupa serangan terhadap Palestina,” katanya.
(Sumber: http://www.kompas.com)

LDII Hijaukan Telukbetung Barat

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Telukbetung Barat mengadakan penghijauan di sepanjang pinggir Jalan Banten dan Jalan Indra Kesuma Yudha, Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Barat.

Sekretaris DPD LDII Kota Bandar Lampung Ikwan Fauzi mengatakan kegiatan penghijauan ini termasuk rencana kerja tahunan DPD LDII Kota Bandar Lampung dalam peningkatan peran serta sosial kemasyarakatan. Menurut Iwan, panggilan akrab pak haji yang masih muda ini, kegiatan ini sebagai amal saleh warga LDII untuk mengurangi pemanasan global sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Gerakan Sejuta Pohon.

“Kegiatan ini juga menjadi amal jariah karena bisa bermanfaaat bagi orang banyak dan bisa berguna dalam jangka panjang,” kata Iwan dalam rilisnya kepada Lampung Post, Minggu (18-1). Ketua Pimpinan Cabang LDII Telukbetung Barat Ustaz Sugiarto menambahkan sebanyak 2.000 pohon dan 100 warga LDII dan masyarakat Sukamaju dan Bakung terlibat dalam kegiatan ini.

“Inilah kerja sama yang baik yang perlu ditingkatkan di masa mendatang,” kata Sugiarto. Camat Telukbetung Barat M. Zein menyambut baik kegiatan LDII itu yang menurutnya sebagai bukti sinergi yang baik pemerintah dengan masyarakat. M. Zein juga mendukung kegiatan ini dengan menyediakan bibitnya dan teman-teman LDII sebagai pelaksananya.

“Kami bersemangat dengan ajakan kerja sama dari LDII karena selama berhubungan dengan LDII di manapun LDII selalu baik dan mendukung penuh program pemerintah. Jadi, jika ada yang beropini LDII itu eksklusif, berarti belum berpikiran maju. Lihat secara menyeluruh, jangan sebagian,” kata dia. n RLS/K-2 (Sumber: http://www.lampungpost.com)

Next Page »